Akhirnya mencoba kembali untuk menulis di blog.
Menulis sudah menjadi kebutuhan bagiku. Berhenti menulis sama saja dengan mati sia-sia.
Setelah diskusi panjang lebar atau melihat sesuatu hal biasanya meningkatkan keinginanku untuk menulis. Hal itu dilatarbelakangi oleh bisikan pada otakku "hanya saja aku ingin menyampaikan apa yang sedang aku pikirkan". Entah itu berupa ilmu atau pun hanya brainstorming.
Bagi kalian yang mungkin sedikit introvert ataupun cukup canggung dengan semesta ini atau lingkungan sekitar, gagal disampaikan itu mungkin karena selalu tidak percaya diri. Coba hitung kapan terakhir kali kalian berdiskusi panjang lebar dengan teman kalian? Jika boleh kutebak, selalu saja memposisikan diri kalian sebagai pendengar. Coba kamu pikir-pikir, akan menjadi tidak adil kalau mereka nggak dapat hal yang bermanfaat dari kalian juga.
Setelah diskusi panjang lebar atau melihat sesuatu hal biasanya meningkatkan keinginanku untuk menulis. Hal itu dilatarbelakangi oleh bisikan pada otakku "hanya saja aku ingin menyampaikan apa yang sedang aku pikirkan". Entah itu berupa ilmu atau pun hanya brainstorming.
Bagi kalian yang mungkin sedikit introvert ataupun cukup canggung dengan semesta ini atau lingkungan sekitar, gagal disampaikan itu mungkin karena selalu tidak percaya diri. Coba hitung kapan terakhir kali kalian berdiskusi panjang lebar dengan teman kalian? Jika boleh kutebak, selalu saja memposisikan diri kalian sebagai pendengar. Coba kamu pikir-pikir, akan menjadi tidak adil kalau mereka nggak dapat hal yang bermanfaat dari kalian juga.
via google.com credit to owner
Bagiku, menulis adalah sebuah kegiatan untuk mengabadikan pemikiran. Dengan menulis, kita sedang mewariskan pandangan kita di hari ini untuk mereka yang hidup di masa depan. Karena itulah, meskipun hanya mengangkat hal-hal sederhana . Tapi ingat... karena menulis merupakan project yang ditujukan bagi mereka di masa depan, maka tulislah hal yang dirasa bermanfaat bagi mereka.
Nah, menurutku kegiatan ini cukup efektif dan recommended untuk kalian yang kusebut 'si pemalu' yang terlalu rajin menyimpan hal apapun sendirian tanpa membaginya pada manusia lain. Agar setidaknya kalian tetap jadi si pintar dan pemalu seperti biasanya, tapi bermanfaat pula bagi sekitar.
Memang jika dipikir-pikir lagi. Hal baik itu jangan disimpan sendiri. Senyum misalnya. Senyuman itu, dalam keadaan apapun, akan selalu indah. Menjadi teduh bagi orang yang melihat, menjadi kelegaan bagi hati yang gelisah dan menjadi obat bagi sesamamu. Bahkan dalam nasehat dari nabi pun disebutkan, senyum kepada sesama itu merupakan sedekah. Kebaikan itu bisa tersebar dengan baik agar menjadi lebih baik, salah satunya melalui senyuman.
Memang hal baik itu
jangan disimpan sendiri. Kecerdasan misalnya. Kecerdasan itu bisa menjadi
cahaya pelita bagi siapa saja yang ingi berjalan di dalam kegelapan. Dengan
kecerdasan yang kamu bagikan kepada orang lain, ilmu di dalam kepala itu tidak
akan berkurang sedikit pun. Bahkan bertambah, dan terus bertambah karena berkah
dan hikmah. Kebaikan itu bisa dilakukan dengan apa saja, misalnya dengan
memanfaatkan kecerdasan agar banyak orang merasakan cahaya ilmu.
Kebaikan, dalam bentuk
apapun, tak akan sama baiknya jika hanya disimpan sendiri. Dan sering kali
dikatakan, “Sebaik-baik manusia adalah
yang bermanfaat bagi yang lain”.
Keinginan menulis pun naik satu tingkat (lagi).
Selamat mencoba menjadi Manusia.... yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Salam aksara!
Inspired By My Brother, Gun Gun Priatna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar